Yang Tercinta Ibuku




Ibu, maafkan anakmu yang hari ini terasa sangat lemah menanggung permasalahan yang telah aku alami di hari ini, ibu aku belum bisa sekuat atau setangguh engkau yang telah merasakan pahit, manisnya kehidupan ini


Ibu, apakah aku sebagai anakmu sangatlah cengeng, apakah aku ini tak bisa kuat seperti dirimu. Hanya karena terjangan cobaan seperti ini aku merasa kalah, aku sangat malu bila diriku harus meneteskan air mata dihadapanmu bu. Aku tak bisa menahan air mata ini Ketika aku harus menerima cobaan ini.


Permasalahanku akhir - akhir ini sangatlah kompleks. Dari bisnisku yang agak menurun, tugas kuliah yang harus di selesaikan hingga aku harus di isolasi oleh perusahaan.


Bu, sebenarnya aku tak ingin merepotkan mu, tapi nyatanya aku selalu merepotkanmu. Aku selalu menyusahkanmu. Apakah aku ini telah gagal bu menjadi anak yang kuat? Aku malu bu, aku  sangatlah malu karena aku terlalu menyusahkanmu.


Bu, apakah aku telah gagal? Sampai aku harus mengeluarkan air mat aini dihadapanmu. Aku merasa pantang bila harus menangis dihadapanmu karena yang ku ketahui bahwa anak laki – laki itu harus kuat. Harusnya aku yang melindungimu.


Bu selama masa isolasi ini, aku berharap untuk engkau selalu menjaga Kesehatan, engkau juga menyuruhku untuk tegar kalau ini tak apa – apa. Engkau pula yang menguatkan ku. Hanya 1 pintaku bu. Aku ingin selalu di doakan doa yang baik dari engkau.

Jaga dirimu baik – baik. Aku harap ada kebaikan di kemudian hari. Aamin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nge-Barcode

Judulnya Pendidikan. Katanya...!!!!

Korelasi Al-Fatihah Dalam Kehidupan