Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Mahasiswa Tarbiyah Newbie

Gambar
  Oleh : Taufik Rahman   Dalam Islam, istilah pendidikan disebut dengan tarbiyah . Menurut ilmu bahasa, tarbiyah berasal dari tiga pengertian kata - robbaba-robba-yurobbii - yang artinya memperbaiki sesuatu dan meluruskannya.   Sedang arti tarbiyah secara istilah adalah: 1.   Menyampaikan sesuatu untuk mencapai kesempurnaan, dimana bentuk penyampaiannya satu dengan yang lain berbeda sesuai dengan tujuan pembentukannya. 2.    Menentukan tujuan melalui persiapan sesuai dengan batas kemampuan untuk mencapai kesempurnaan. 3.    Sesuatu yang dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit oleh seorang pendidik. 4.   Dijadikan sebagai tujuan terpenting dalam kehidupan, baik secara individu maupun keseluruhan, yaitu untuk kemashlahatan ummat dengan asas mencapai keridhaan Allah SWT.   Seperti tersirat dalam firman Allah: "Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al kitab, hikmah dan kenabian, lalu ...

Raden Adjeng Kartini dan Kiyai Haji Soleh Darat

Gambar
Oleh : Taufik Rahman Tokoh wanita yang begitu hebat itu bernama R.A Kartini, Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Hindia Belanda, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Hindia Belanda, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini. Beliau adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia.  Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara. Dasar Pemikiran Kartini Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan.  Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit.   Semua itu atas dasar Ketuhanan, Ke...

Perjalanan Menuju Tuhan

Gambar
  Oleh Taufik Rahman   Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Baik dosa yang dilakukan secara sengaja ataupun tidak disengaja. Sebagai makhluk Allah yang dibekali dengan akal dan pikiran, dosa tersebut harus segera diobati dengan bertaubat. Caranya dengan istighfar memohon ampunan kepada Allah SWT dan tidak mengulangi lagi dosa yang dilakukan.   Banyak dosa kerap membuat seseorang bisa berputus asa. Namun yakinlah jika Allah Yang Maha Pengampun akan mengampuni dosa yang dilakukan asalkan dengan bertaubat.   Menurut Anggota Komisi Fatwa Lembaga Fatwa Darul Ifta Mesir, Syekh Mahmud Syalabi yang mendapat pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan seseorang yang menyesali perbuatannya setelah terjerumus ke dalam perangkap zina.   Karena Orang tersebut khawatir dan merasa dosanya tidak akan mendapat ampunan.   Beliau menyarankan agar yang bersangkutan terus memohon ampunan kepada Allah SWT dengan ikhlas. Selain itu juga harus meningkatka...

Mengapa Sekolah - Sekolah di Finlandia Begitu Berhasil?

Gambar
  Oleh : Taufik Rahman           Selama bertahun-tahun sistem sekolah di Finlandia terbilang sangat sukses. Berdasarkan survey Programme for International Student Assessment (PISA), yang membandingkan pengetahuan dalam membaca, matematika, dan sains siswa berusia 15 tahun di seluruh dunia. Finlandia tidak hanya menduduki peringkat teratas di Eropa, tetapi juga bersaing dengan raksasa Asia seperti Tiongkok, Singapura, dan Korea Selatan. Namun, apa yang membuat sistem pendidikan di negara kecil ini sangat berbeda dari negara barat lainnya? Alasan utama yaitu pemerintah Finlandia menjamin anak-anak untuk mendapatkan pendidikan pra sekolah, yang dilakukan setelah taman kanak-kanak (TK). Pendidikan wajib dimulai pada usia 7 tahun. Guru berinteraksi dengan para siswa di sekolah sesering mungkin. Selain itu, mereka tidak banyak mendapat pekerjaan rumah (PR) untuk dikerjakan. Ketika guru tidak mengajar, mereka menghabiskan banyak waktu di sekolah menge...

Korelasi Iqra dan Literasi dalam kehidupan

Gambar
  Oleh: Taufik Rahman Sungguh sangat mengherankan perintah pertama Tuhan kepada Nabi Muhammad dalam wahyu-Nya yakni Iqra (“Bacalah!”). Betapa tidak, beliau diperintahkan membaca padahal beliau tidak pandai baca tulis. Namun keheranan itu akan sirna begitu kita menyadari bahwa membaca adalah tangga menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Perintah pertama itu tidak menyebut obyek bacaan tetapi menyebut motivasi dan tujuan membaca yakni bismi rabbika yakni "dengan atau demi karena Tuhanmu". Iqra pada mulanya berarti "menghimpun." Jika ada sebuah kata, misalnya “membaca”, maka sebelum Anda mengucapkannya dengan lidah atau di dalam benak, Anda sebenarnya melihat ketujuh huruf itu satu persatu terlebih dahulu. Setelah itu Anda akan mengurut lalu menghimpunnya dan terjadi proses yang sangat cepat hingga susunan huruf tersebut berbunyi “membaca.” Saya mulai menemukan kekuatan Iqra sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, tapi rasanya mistis betul islam kun fayakunn...